I’m back!!

I’m back!!

wah.. udah lama g nulis di blog. maklum.. uhuk.. udah jd ibu ibu.. uhuk.. :D

Setelah renovasi, bersih bersih, ngecat, nambal atap bocor, ngepel, nyapu, akhirnya saya kembali lagi di rumah kedua saya ini. Ketertarikan saya untuk nulis di blog lagi yang pasti pertama karna dipaksa suami untuk nulis. Heuh.. jadi gini ya rasanya jadi istri seorang penulis, tiaaaap hari dipaksa untuk nulis. Heheheh.. :D tapi baru kali ini saya mau nulis lagi, di blog dulu sementara ga papa kan biii… hihi :D

Terus yang kedua karna tiba tiba muncul banyaknya ide untuk nulis sejak kelahiran putra pertama sy pada januari kemarin. Emang ada hubungannya? Ooo.. ada. Karna jadi ibu baru, waktu saya lebih banyak di rumah, nah karna sering di rumah, saya sering bengong sambil nungguin anak tidur. Tidur kok ditungguin ya? :D Nah karna “kegiatan” inilah ide saya berdatangan untuk nulis. Tapi sayang saya belum bisa menuangkannya dalam bentuk buku. Yaaa nyicil2 dulu lah jadi penulis blog dulu, trus ntar jadi penulis buku. Agak aneh ya alasan yang kedua ini. hehe :D

Yang ketiga, karna saya ingin berbagi cerita dengan semua orang. Berbagi apa aja. Jadi boleh dibilang pengen narsis di blog sendiri. hehe.. daripada narsis di blog orang, kesenengan ntar yang punya blog, dikira saya fans beratnya. :D
Oke, ini dulu pembukaan dari saya atas kembalinya saya ke blog saya sendiri. Plok..plok..plok.. standing applause untuk saya sendiri (lagi) :D

AKU RINDU ZAMAN ITU

AKU RINDU ZAMAN ITU

Aku rindu ketika halaqoh adalah kebutuhan,

bukan sekedar sambilan apalagi hiburan

Aku rindu zaman itu ketika membina adalah kewajiban, bukan pilihan apalagi beban yang dipaksakan

Aku rindu ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan

Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan dan hujatan

Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan

Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan bukan su’uzhon atau menjatuhkan

Aku rindu zaman ketika kita memberikan segalanya untuk da’wah ini

Aku rindu ketika nasyid ghuroba menjadi lagu kebangsaan

Aku rindu zaman ketika hadir di liqo adalah sebuah kerinduan

dan terlambat adalah penyesalan

Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke

seberang mengisi dauroh dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar b’jalan kaki selama 2 jam di malam gelap buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah

Aku rindu ketika pergi liqo selalu membawa uang infak, alat tulis, buku catatan, dan qur’an terjemahan ditambah sedikit hafalan

Aku rindu zaman ketika seorang binaan menangis

karena tidak dapat hadir dalam liqo

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk untuk mendapat berita dan kumpul subuh harinya

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah

berangkat liqo dengan jatah belanja untuk esok hari untuk keluarganya

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan mengumpulkan uang sekuat tenaga

Aku rindu zaman itu

Ya ALLAH jangan Kau hilangkan kenikmatan itu dari hati-hati kami

Kami rindu nikmat itu

Untuk anda yang merindukan gemilangnya da’wah di negri tercinta

Berawal Dari Mimpi

Berawal Dari Mimpi
Kenyataan hari ini adalah impian hari kemarin
(Imam Asy Syahid Hasan Al Banna)

Sahabatku…
Jika engkau mau membaca sejarah biografi tokoh-tokoh ternama. Maka engkau akan temukan bahwa apa yang telah mereka ciptakan berawal dari mimpi.

Ketika aku mencari nama orang yang bisa mengenali dan menghidupkan impiannya, saya berpikir tentang visioner dan pioner mobil Henry Ford. Dia menyatakan, “Semua rahasia hidup yang berhasil adalah menemukan apa yang ditentukan nasib pada kita, dan kemudian melakukannya.”

Orang-orang lainnya berani bermimpi dan mereka sukses. Beethoven menyadarkan dunia akan kemampuan hebatnya dalam musik ketika dia membuat sejumlah simfoni, dan ini terjadi setelah dia kehilangan pendengarannya. Charles Dickens dulunya bermimpi untuk menjadi seorang penulis dan akhirnya dia menjadi novelis yang bukunya paling banyak dibaca orang di Inggris pada zaman Victoria – meskipun dia dilahirkan di keluarga miskin.

Thomas Edison melamunkan sebuah lampu yang bisa dihidupkan dengan listrik, memulai dari tempat ia berdiri untuk mengubah impiannya menjadi tindakan. Dan walaupun dia menemui lebih dari sepuluh ribu kegagalan, dia tetap memegang teguh impiannya sampai dia menjadikannya sebuah kenyataan fisik. Pemimpi praktis pantang menyerah!

Wright bersaudara memimpikan sebuah mesin yang bisa terbang di udara. Sekarang setiap orang bisa melihat bukti di seluruh dunia bahwa impian mereka menjadi kenyataan.

Marconi memimpikan satu sistem untuk mengendalikan kekuatan ether yang tidak kelihatan. Bukti bahwa impiannya tidak sia-sia bisa ditemukan pada setiap pesawat radio dan televisi di seluruh dunia. Mungkin Anda tertarik untuk mengetahui bahwa “teman-teman” Marconi menyuruh agar dia di kurung dan di periksa di sebuah rumah sakit jiwa ketika ia mengumumkan bahwa dia telah menemukan prinsip yang bisa digunakan untuk mengirim berita melalui udara tanpa bantuan kabel atau sarana fisik komunikasi langsung lainnya.

Menurut Jhon C. Maxwell sebuah impian bisa melakukan banyak hal kepada kita:
Pertama, impian menunjukkan arah kepada kita. Ia bisa berperan sebagai kompas, memberitahu kita arah mana yang harus ditempuh. Hingga kita mengenali arah yang benar itu, kita tidak akan pernah mengetahui apakah langkah kita benar-benar merupakan kemajuan. Langkah kita mungkin membawa kita ke belakang dan bukan ke depan. Jika engkau bergerak ke sembarang arah selain menuju impianmu, engkau akan kehilangan kesempatan-kesempatan yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan.

Kedua, impian meningkatkan kekuatan kita. Tanpa impian, kita mungkin harus berjuang keras untuk melihat kekuatan yang ada dalam diri kita karena kita tidak bisa melihat situasi di luar keadaan kita saat ini. Akan tetapi dengan impian, kita mulai memandang diri kita dalam cahaya baru, karena mempunyai kekuatan yang lebih besar dan mampu merentangkan dan berkembang untuk mencapainya. Setiap kesempatan yang kita temui, setiap sumber yang kita dapatkan, setiap talenta yang kita kembangkan, menjadi bagian kekuatan kita untuk tumbuh ke arah impian itu. Semakin besar impian, semakin besar pula kekuatannya.

Ketiga, impian membantu kita menentukan prioritas. Impian memberi kita harapan untuk masa depan, dan ia juga memberi kita kekuasaan di saat ini. Impian membuat kita memprioritaskan segala sesuatu yang kita lakukan. Seseorang yang memiliki impian mengetahui apa yang akan atau harus dikorbankannya agar bisa maju. Dia mampu mengukur segala sesuatu yang dikerjakannya apakah membantu atau menghambat impian itu, memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang membawanya lebih dekat pada impian itu dan memberi sedikit perhatian pada hal-hal sebaliknya.

Keempat, impian menambah nilai pada pekerjaan kita. impian menempatkan segala yang kita lakukan ke dalam perspektif. Bahkan tugas-tugas yang tidak menyenangkan menambah nilai saat kita mengetahui hal itu memberi kontribusi pada pemenuhan impian. Setiap aktivitas menjadi bagian penting di dalam gambar yang lebih besar itu.

Kelima, impian meramal masa depan kita. ketika kita mempunyai impian, kita bukan hanya penonton yang duduk di belakang dan mengharapkan segala sesuatu berubah membaik. Kita harus aktif ikut serta dalam membentuk tujuan dan arti hidup kita. Angin perubahan tidak begitu saja meniup ke sini dan ke sana. Impian kita, ketika dilanjutkan, mungkin sekali merupakan peramal masa depan kita.

Sahabatku…
Ada perbedaan antara mengangankan suatu benda dan siap menerimanya. Tidak ada seorang pun siap untuk sesuatu sampai dia yakin akan memperolehnya. Keadaan pikiran harus penuh keyakinan bukan hanya berharap atau mengangankan. Keadaan pikiran yang terbuka sangat penting untuk keyakinan. Pikiran yang tertutup tidak mengilhamkan keyakinan keberanian, atau kepercayaan.

Myquran.com

Mari kita wujudkan mimpi-mimpi kita. :D

Ketika Tunas Ini Tumbuh

Ketika Tunas Ini Tumbuh

Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa
Semua
Karena..
Kita..
Adalah..
SATU

by: CINTA

Cerita Tentang Kakek

Cerita Tentang Kakek

Lagi kangen sama Kakek. Sosok pria yang mewariskan wajah cakepnya ke ayah, lalu ke diriku. Usianya berapa ya? Lupa! Yg pasti diatas 70 tahun. Tangannya yang besar dan kasar, menandakan bahwa beliau adalah veteran. Beliau sangat suka silaturrahmi. Bahkan silaturrahmi ke Solo. Bayangkan, dari Temanggung ke Solo, hanya ingin ketemu cucunya yg imut ini. :D
Subhanallah… alhamdulillah sifat tersebut menurun ke cucunya. Selalu hobi silaturrahmi juga.
Selain itu ada juga cerita lucu dari Kakek. Pernah suatu hari beliau merasa ada yg tidak beres dengan antena TV. Beliau nekat naik sendiri ke genteng benerin antena. Ya Allah… satu lagi sifat baik Kakek. Tidak mau merepotkan orang lain. Biarpun ada orang yang siap siaga membantu, tapi beliau pilih mengerjakan sendiri daripada merepotkan orang lain. Kemudian habis turun dari genteng, Kakek langsung pingsan. Hhh… kakek… kakek… ada-ada aja!
Pernah juga beliau lupa sama anaknya sendiri. Ceritanya, ketika saya dan Ayah (ketika masih ada) silaturrahmi ke Temanggung nengok Kakek. Kedatangan kami disambut hangat. Kakek pun juga tak pernah lepas dari senyumnya. Namun, 30 menit kemudian Kakek bertanya sama Pak Dhe, tamunya itu siapa? Duh Gusti… Kakek lupa sama putra n cucunya sendiri.. :(
Hhh… itu sekelumit cerita tentang Kakek saya. Dulu ketika diajak silaturrahmi ke rumah beliau yang ada di Temanggung, saya sangat senang. Tapi sekarang, rasanya susah dan berat! Karna sekarang tak ada lagi Ayah yg ikut mudik ke kampung halamannya. Selain itu wajah Kakek yg mirip sekali dengan Ayah, membuat saya kadang merasa bahwa itu Ayah.
Oke deh… sekian cerita tentang Kakek yang lucu tapi baik hati. I love you grandfather… :D

Si Berisik Asli Jakarte

Si Berisik Asli Jakarte


Ini nih maksudnya si berisik asli dari Jakarte. Bener2 berisik. Suaranya cempreng, bikin kuping g nyaman. Udah gitu, asepnya bikin polusi. Wuiiihh.. ngeri dah gas buangnya. Bikin terbatuk2 kalo kagak pake masker. Selain itu, ni bajaj juga kalo parkir suka sembarangan. Kagak patuh pada aturan. Ada tulisan dilarang parkir, tapi tetep aje parkir disitu. Udah gitu, bajaj ini kalo jalan suka selonongan aja. Lampu merah diterobos. Aneh nih bajaj!! Pantesan aje Jakarta jd tambah macet karna para bajaj2 pada seenaknya sendiri kalo jalan. Huh… :(
Alhamdulillah saya tidak tinggal di Jakarta, jadinya kagak stress. Buat yg tinggal di Jakarta, dinikmati aja yach… :D

Malu di kejar anjing..

Malu di kejar anjing..

Ehm… meskipun ini pengalaman yg cukup memalukan, tapi saya ingin berbagi dengan teman2.
Yupz, sesuai dengan judulnya, saya malu dikejar anjing. Ceritanya begini… (agak sedikit didramatisir ya.. ^_^)
Pas saya lagi berjalan sendirian, tiba2 dari belakang saya mendengar derap langkah kaki yg tidak teratur. Sepertinya langkah2 yg sedang berlarian mendekatiku. Dengan keberanian yg tinggi, saya menoleh ke belakang. Astaghfirullah… ada 3 anjing yang sedang berlarian menuju ke arah saya!! Spontan, saya lari karna ketakutan. Padahal kata banyak orang kalo dikejar anjing kan lebih baik diam dan ambil batu. Tapi kalo dikejar 3 anjing apa kudu diam?? :(
Pokoknya dengan sekuat tenaga saya lari sekenceng2nya. Tapi ni anjing2 jg makin kenceng larinya dan hampir menyusulku. Haduuuuuuhhh… dengan keberanian yg tinggi, saya mengibas-ngibaskan tas saya utk mengusir anjing2 tersebut. Eeehh… ni anjing2 bukannya takut trus lari malah bengong liatin saya.
Upz…. saya baru sadar… kalo ternyata tadi mereka cuma main kejar2an saja. Wuaaah… berarti saya GR dunk!! Huaah.. MALUUUUU… >_<

Untuk teman2 yg mungkin punya pengalaman yg memalukan juga, silahkan tinggalkan komentar. Siapa tau dengan menulis pengalaman ini, kita bisa belajar bersama. Experience is the best teacher. :)